Wednesday, March 13, 2013

Pilihan Bukan Ketentuan


Suatu sore di restoran cepat saji, sebut saja Mc.D

Gak sengaja terbuka obrolan yg sebetulnya paling anti gw tanggepin tapi gw juga gak bisa pura - pura gak tertarik dengan obrolan ini. Yaitu obrolan tentang keburukan teman sendiri!

Gimana obrolan ini gak menjadi menarik, diantara kita ada cewek yg juga bisa dibilang paparazi di kelas. Setiap ada yg PDKT atau berita terbaru pasti dia udah tau. Kalau ada Asia Next Top Stalker dijamin dia bisa jadi mewakili Indonesia.

Di sore itu, hampir semua teman sekelas kita pasti kena sebut namanya, termasuk salah satunya teman gw sendiri yg kena gunjing. Disatu sisi gw juga setuju dengan mereka namun disisi lain gw juga gak setuju ada beberapa argumen yg mereka keluarkan yg menurut gw gak sesuai dengan yg dirasakan.

Setelah lelah beberapa saat menjadi "Stalker Group" kita pun berubah menjadi "Discussion Group". Kali ini membicarakan hal politik maupun peristiwa disekitar kita. Perang argumen pun terjadi.

Ini ibarat Mario Bros vs Sonic vs Pac-Man didalam permainan Plants vs Zombie ! gak mungkin ada yg menang karena mereka memang berasal dari game yg berbeda.

Akhirnya ada Pokemon teman yg ngomong kayak gini "  yaudahlah, gitu doang diributin, Argumen itu kan pendapat, ya namanya pendapat gak mungkin kita menyalahkan pendapatkan orang lain dan berusaha membuat orang lain mengikuti pendapat kita sendiri "

Akhirnya kita pun setuju dengan argumen dengan satu ini, walaupun didalam diri masih ada segumpal pendapat yg belum selesai dikeluarkan.

Begitulah kita dalam kehidupan sehari-hari. Kita selalu mengeluarkan pendapat maupun penilaian terhadap orang lain. Tanpa disadari kita tidak mengaca pada diri kita sendiri. Kita beragumen kalau Si A itu memiliki sifat yg selfish sedangkan kalau Si B menganggap Si A adalah seseorang yg humble.

Bisa disimpulkan cara pandang merupakan apa yang kita pilih bukan apa yg ditentukan orang lain. Sama seperti argumen, kita tidak bisa mengubah cara pandang seseorang agar sama dengan kita.

Gw juga gak munafik, terkadang gw masih dengan mudahnya menilai seseorang hanya dengan cara berpakaian maupun berbicara. Namun seiring waktu watak seseorang akan muncul juga. Pada titik ini baru kita bisa menilai seseorang apakah masuk black list atau white list.

Apabila kita selalu memandang sekitar kita dengan negatif maka hal negatif yang akan didapatkan. 

Jadi mulai sekarang jadilah seseorang yg positif dalam memandang sesuatu bukan karena ketentuan melainkan karena pilihan. Karena hidup ini pilihan maka cara pandang juga pilihan setiap individu. :-)


No comments:

Post a Comment