Saturday, January 12, 2013

Indonesia Menjadi Pusat Investasi Properti



Biasanya orang berpikir kalau negara yg menjadi pusat investasi properti adalah negara-negara maju seperti Amerika serikat, Singapore, ataupun Jepang. Waitsss tunggu dulu bos! Negara yang menjadi pusat investasi properti 2013 diperoleh oleh negara tercinta kita! Yap INDONESIA!! *applause*

Berdasarkan laporan berjudul Emerging Trends in Real Estate Asia Pasific 2013 yg dilansir bersama oleh Urban Land Institute (ULI) dan PricewaterhouseCoopers (PwC), posisi Jakarta mengalahkan posisi negara lain karena dipicu beberapa faktor khususnya kemampuan bertahan dari krisis,"kata Sekretaris Jenderal Federasi Real Estate Dunia (FIABCI) Asia Pasifik Regional Secretariat , Rusmin Lawin, di Medan, Senin (7/1/13).

Posisi ini naik 10 peringkat dibandingkan tahun kemaren dimana Indonesia menempati posisi ke 11.

Selain itu,dalam kesempatan yg sama pak Rusmin mengatakan bahwa Indonesia terutama Jakarta menjadi incaran favorit para investor asing baik secara private investor maupun dari institusi karena sudah melihat bukti bahwa Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang berhasil " survive " dari krisis 2008 yg melanda dunia.

Menurut Rusmin, berdasarkan laporan itu ada dua faktor utama yang membuat Indonesia menjadi favorit pilihan investor internasional yang menggeser posisi Singapura tersbeut.

Faktor pertama adalah pasar Indonesia tumbuh dengan pesat dan merupakan pasar terbesar di ASEAN yang didorong oleh " kelas menengah " yang terus tumbuh pesat dengan daya beli yang terus naik secara signifikan.

Faktor kedua adalah dimana kondisi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa yang seperti jalan ditempat sehingga membuat para investor dunia cenderung mengalihkan dananya ke wilayah Asia Pasifik seperti Indonesia.

Nilai Indonesia semakin tinggi untuk tempat investasi karena tingkat inflasinya yang stabil dengan PDB ( Produk Domestik Bruto ) yang terus berkembang sebesar 6,5 persen per tahun serta investasi asing langsung yang juga terus naik.

Untuk mempertahankan minat tinggi investasi di Indonesia itu, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya khususnya pengusaha harus tetap bisa menjaga dan mempertahankan situasi yang sudah cukup kondusif tersebut.

Pemerintah diharapkan tetap konsisten dalam program pembangunan yang berkelanjutan serta menghapus birokrasi dan regulasi yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha.Sudah menjadi rahasia umum bahwa didalam instasi - instasi pemerintahan kita masih kental akan unsur PUNGLI! Yg secara jelas mampu menghambat niat investor untuk menanamkan modalnya.

Setelah Indonesia, Shanghai di tempat kedua, mempertahankan posisinya dari dua tahun terakhir, didukung oleh ketertarikan investor asing dengan " lingkungan bisnis yang user-friendly " , volume pertumbuhan properti kelembagaan dan rekam jejak kinerja pasarnya Adapun pilihan ketiga dan seterusnya negara Singapura, Sydney, Australia serta Kuala Lumpur, dan Malaysia.


No comments:

Post a Comment