Thursday, January 10, 2013

The Awkward Moment



Postingan kali ini gak jauh dari cerita HOMESTAY. Kali ini menceritakan tentang " awkward moment " yg terjadi ketika homestay part 1 di Mifan, Padang panjang.

Begini ceritanya...

Waktu itu sekitar jam 3 pagi masih ada manusia-manusia yg baru selesai main kartu ( lebih mirip main judi ) dimana yg lain sudah pada tepar dikamar masing-masing. Entah siapa yg mulai duluan ada yg ngomong gini " lapar nih,ada mie gak? " gw pun menjawab " gak udah habis " dan entah siapa lagi yg ngomong kayak gini " Ya udah cari makanan diluar yuk "

Entah ada angin apa Adam , Nindi , Fajri dan gw mengiyakan opini tersebut. FYI saja suasana Mifan dimalam hari gak seindah dan seseru yg dibayangkan! apalagi jam 3 pagi. Suasana yg dingin khas Padang panjang dan hutan beserta bukit yg mengelilingi tempat tersebut menambah suasana angker waktu itu. Ditambah lagi banyak lampu jalan yg gak hidup, sumpah ini bukan perjalanan yg menyenangkan dan lebih mirip uji nyali.

Entah kita yg keluar terlalu pagi atau terlalu malam,tidak ada satupun warung nasi yg masih buka dan yg tersisa hanya warung kecil yg menjual pop mie dan snack.

Akhirnya kita berempat membeli pop mie tersebut walau harga 1 buahnya seharga dengan 2 pop mie jika dibeli di Alfa Mart. Perjalanan pulang pun juga seperti uji nyali karena kita harus melewati sebuah jalan tanpa lampu jalan dimana pinggir jalan tersebut tumbuh pohon-pohon yg tidak pendek lagi. Dibanyangan kita kalau ada hantu kalau gak ada penculik yg ngikutin kita dari belakang...

Dan ketika Fajri and the gank sukses sampai di penginapan ada satu pertanyaan yg muncul " ini ngapain pada ngumpul didepan rumah ?? >,< "

Dan ternyata prediksi kita benar! bukannya kita disambut dengan senyum dan tangan hangat kita malah dilihatin dan diomelin sama teman sekelas! Dan teguran yg paling nusuk diberikan oleh bang kocok ( lo gak usah nanya kenapa panggilannya bang kocok )

Bang kocok a.k.a Azhari Maulana menegur kita karena kita berani pergi keluar jam segitu serta gak mau mendengarkan perintah dari " Yang Dituakan " .Kita pun juga sadar karena sudah salah memberanikan diri keluar jam segitu tanpa memperdulikan keamanan diri sendiri.

Gak tau udah kenyang sama angin malam atau omelan malam itu. Pop mie yg sebetulnya gak terlalu banyak itu sangat lama untuk dihabiskan,kita juga memisahkan diri dikamar bawah karena kita sadar kita telah membuat khawatir ibu guru dan teman-teman yg ada dikamar atas. Akhirnya kita memutuskan untuk minum kopi dan terus begadang sampai pagi.

Walaupun begitu tidak ada dari kita yg merasa sakit hati karena kita sadar bahwa teman baik pasti akan memberitahukan yg baik pada kita. Karena mereka tidak ingin sesuatu yg buruk terjadi pada kita.


-FIN-

No comments:

Post a Comment